Kebahagiaan

>> Minggu, 11 April 2010


Kebahagiaan

Dalam  sebuah training dengan peserta mahasiswa pernah ditanya tentang harapan dan mimpi dimasa depan. “Apa yang anda harapkan dimasa depan?” Variasi jawaban yang muncul; ingin menjadi guru, pengusaha, ingin menjadi pejabat pemerintahan, ingin memiliki perusahaan, dan masih banyak lagi. Ketika ditanya “mengapa anda ingin menggapai harapan tersebut?” maka jawaban yang sering muncul adalah; agar dapat membahagiakan keluarga, agar dapat membeli ini dan itu, agar dapat beramal lebih banyak, agar dapat membantu orang lain, dll. Maka pertanyaan saya lanjutkan “apa yang anda harapkan setelah mendapatkan itu semua?” kebanyakan mengatakan agar BAHAGIA. Maka kesimpulan saya, seberapa banyak seseorang ingin mengejar berbagai impian sebenarnya KEBAHAGIAAN adalah basic need  manusia.

Walaupun masih banyak orang yang menyandarkan kebahagiaan dengan materi, jabatan, dan perhiasan dunia yang lain, akan tetapi materi dan jabatan ternyata hanya sebagai tool (alat) untuk memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya, bahkan tanpa itu manusia dapat bahagia asal mengetahui formulanya. contohnya seorang pedagang kecil yang tidak cukup harta apalagi kedudukan akan tetapi merasa bahagia dengan kondisinya, bahkan lebih bahagia dari orang kaya. Mungkinkan? Sangat mungkin.

Lalu apa formula agar orang selalu bahagia?, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dari Shuhaib, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
Aku kagum terhadap urusan orang yang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan maka ia akan bersyukur. Maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika ia ditimpa kesulitan maka ia akan bersabar. Maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti ini tidak akan didapati pada seseorang kecuali pada orang yang beriman.

Formula BAHAGIA sebenarnya telah di ajarkan Rasulullah. Sabar dan Syukur seharusnya menjadikan seseorang bahagia. Dengan sabar, musibah apapun akan terasa ringan. Keyakinan akan datangnya kemudahan setelah kesulitan menjadikan manusia lebih dewasa dan tidak tergesa-gesa dalam menjalani hidup serta memahami musibah sebagai proses kehidupan. Maka itulah KEBAHAGIAAN. Manusia yang pandai bersyukur akan menyadari bahwa nikmat yang didapatkannya adalah karunia sekaligus ujian dari Allah, maka mensyukurinya dan tidak congkak menjadikan manusia lebih BAHAGIA.

Keduanya perlu keseimbangan, Sabar dan syukur perlu berjalan seiring menghiasi sifat manusia sehingga menjadi kepribadian yang utuh. Happiness is when you think, what you say, and what you do are in harmony. Kebahagiaan seharusnya meliputi bahagia pikiran, ucapan dan perbuatan yang mencerminkan keyakinan orang bahagia.

Sekali lagi BAHAGIA adalah hak semua orang, dan hak tidak dapat kita peroleh jika tidak diraih dengan keyakinan.  


Read more...

10 Perbedaan antara pemenang dan pecundang

>> Senin, 01 Februari 2010

10 Perbedaan antara pemenang dan pecundang

  1. Jika seorang pemenang melakukan kesalahan, ia akan berkata “Saya salah”. seorang pecundang akan berkata “Ini bukan salah saya”
  2. Seorang pemenang percaya bahwa kemenangannya adalah keberuntungan meskipun ia bukan keberuntungan. Seorang pecundang percaya bahwa kekalahannya adalah nasib buruk meskipun itu bukan nasib buruk.
  3. Seorang pememang bekerja lebih keras daripada pecundang dan memiliki lebih banyak waktu. Seorang pecundang selalu ‘terlalu sibuk’; terlalu sibuk dengan kegagalan
  4. Seorang pemenang berani melangkah melewati kegagalan. Seorang pecundang hanya berani mengelilinginya
  5. Seorang pemenang menunjukkan penyesalannya dengan memperbaiki segalanya dimasa depan. Seorang pecundang mengatakan dirinya menyesal, tetapi kemudian mengulang kembali kesalahannya.
  6. Seorang pemenang tahu apa yang harus diperjuangkan dan apa yang harus dikompromikan. Seorang pecundang melakukan kompromi atas apa yang seharusnya tidak dikompromikan dan memperjuangkan apa yang tidak bernilai untuk diperjuangkan.
  7. Seorang pemenang akan mengatakan “Saya baik, tapi tidak sebaik yang seharusnya”. Seorang pecundang akan mengatakan “Ya, saya tidak seburuk orang-orang lain”
  8. Seorang pemenang akan menghormati orang yang di atasnya dan akan berusaha belajar dari mereka. Seorang pecundang membneci orang-orang yang ada di atasnya dan berusaha mencari kesalahan mereka
  9. Seorang pemenang bertanggung jawab lebih dari pekerjaannya. Seorang pecundang akan berkata “Pekerjaan saya hari ini.”
  10. Seorang pemenang akan berkata, “Pasti ada jalan lain yang lebih baik untuk mengerjakannya.” Seorang pecundang akan berkata, “Mengapa diubah? Bukankah itu cara yang sudah selalu dilakukan?”

Dari : Denny, Richard.2007. Motivate to Win. Jakarta. PT. Gramedia.





Read more...

Harapan, Mimpi, dan Karya

>> Kamis, 21 Januari 2010

Manusia selalu di hadapkan dengan tiga masa. Pertama, masa lalu yang telah menjadi catatan sejarah, tak bisa di rubah dan itu milik Allah. Kedua, masa yang akan datang yang selalu menjadi misteri dan rahasia Allah atas ketentuannya. Ketiga, masa sekarang yang seharusnya manusia tak lelah untuk berikhtiar dan menjadikannya sebagai momentum menorehkan kebaikan dan karya.

Setiap diri memiliki momentum untuk dapat berkarya, entah sebentar atau dengan waktu yang panjang, bahkan menjelang kematian sekalipun. Tidak berhenti berharap atas kebaikan dan bersikap dengan tepat atas kondisi mungkin adalah pilihan terbaik dalam menghadapi realita.


Realita adalah keniscayaan yang tidak bisa dielakkan, menjauhinya takkan menghilangkannya, memungkiri juga tak dapat menahan kehadirannya. Maka menerima kenyataan sebagai takdir adalah sikap terbaik.

Respon positif atas kenyataan yang diterima sangat mempengaruhi kejiwaan seseorang, sekiranya kita mampu menerima kritikan sebagai nasehat perbaikan maka kita kan tetap berkarya. Begitu juga ketika musibah kita anggap sebagai perantara pendewasaan agar kita siap menerima kesuksesan, maka saya yakin kita akan menjadi juara.

Hope, dream akan selalu menjadi ruh penggerak untuk bangkit. Jangan sampai realita yang tidak sesuai dengan idealita memasung dan memenjarakan mimpi kita. Mimpi akan menuntun dan mengarahkan pikiran positif dan karya kita, menembus sekat realita dan melesat seribu langkah lebih utama…..

Akhirnya, “Teruslah bermimpi dan berkarya sehingga sejarah tidak melupakan kita…”

Salam inspiratif...

Read more...

Mengambil inspirasi dari waktu


Tahukah kita, waktu terus berjalan sesuai titah Rabbnya. Kadang kita merasakan waktu berjalan lambat atau bahkan terlalu cepat sehingga kita terasa belum melakukan apa-apa. Karena waktu yang terus melaju dan kadang langkah kita yang terasa lambat mengiringinya, bahkan sering kali kegelisahan menyerang karena peran tak berjalan optimal.

Begitulah yang dirasakan Nabi Zakaria dalam do’anya setengah mengadu “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, ya Tuhanku (QS Maryam: 4)” dalam umur yang tidak lagi muda tapi keturunan tak kunjung dianugerahkan.

Umur bisa jadi jawaban atas kekurangan dan permasalahan manakala berjalan sesuai harapan, sebagaimana kedewasaan yang diharapkan hadir dimasa yang semakin bertambah. Akan tetapi umur yang semakin bertambah terasa menjadi ‘beban’ manakala peran kehidupan jauh dari kata sempurna.

Saudaraku…
Semoga kita semakin tersadar bahwa waktu yang diberikan Allah ada batasnya. kita tidak dapat menawar manakala Allah mencabut jatah umur kita. mati berkubang tanah adalah keniscayaan akhir dari perjalanan manusia.

Saudaraku...
semoga kita teringat sabda Rosul yang di muliakan Allah " Bekerjalah engkau untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beramal-lah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok". sangat indah, mendalam, dan penuh inspiratif. Begitulah yang di ajarkan Rasulullah SAW tentang menggunakan waktu.

Semoga kita semakin arif memaknai umur yang semakin senja dan amal yang masih jauh dari kata sempurna. Amiin.

Wallahu 'alam bish showab.
Salam Inspiratif...

Read more...

Untuk Pejuang Dakwah

>> Rabu, 04 November 2009



Wahai pejuang dakwah
Di pundakmu ada amanah
Ia lebih berat dari gunung, batu
bahkan dunia seisinya

Wahai pejung dakwah
Andaikan engkau akan meminta
Apa yang engkau pinta?
Meringankan bebanmu-kah yang kau harapkan?
Atau engkau ijin untuk meletakkan amanah itu? Barang sebentar saja
ataukah engkau akan lari dari amanah itu?
Kemudian engkau tunggang langgang mencari kebebasan?


Jangan….jangan…
Sekali-kali jangan!


Mintalah pada Rabb-mu
Diberikan punggung yang kuat
Yang mampu memikul segala amanah di dunia ini

Wahai pejuang dakwah
Yakinkan pada dirimua
Bahwa Allah tidak akan memberikan beban pada hamba-NYA
Kecuali ia mampu memikulnya



ahid '08

Read more...

  © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP